Antara Aku, Kerja Dakwah, dan Kesibukan Duniaku

0
382
Antara Aku, Kerja Dakwah, dan Kesibukan Duniaku
ilustrasi

Ditulis oleh: Ustadz Hamzah Yamang, S.H (Ketua LKPDM DPW Wahdah Islamiyah Sultra & Ketua DPC Wahdah Islamiyah Puwatu)

Hampir setiap hari aku habiskan waktuku untuk urusan dunia. Adapun untuk mengurus agama Allah hanya beberapa saat saja, itupun tidak maksimal. Kadang aku berpikir ternyata waktu terbaikku terporsikan untuk urusan dunia, adapun untuk urusan Akhirat hanya sisa-sisa waktu saja yang bisa aku berikan. Bugar untuk kerja dunia, mengantuk atau lelah untuk urusan akhirat. Pekerjaan akhirat kadang di pending bahkan di cancel gara-gara kesibukan dunia. Padahal Allah sempurna dalam menciptakan manusia, dan merezkihi manusia tiada putus-putusnya.

Dalam urusan dunia, aku sangat totalitas, aku berusaha untuk disiplin bahkan rela lembur untuknya, karena aku takut mendapatkan teguran dari atasan, atau tidak di gaji, sehingga tidak ada alasan untuk tidak bekerja. Adapun dalam urusan Akhirat, kadang aku terlambat dalam menjawab panggilan Allah, berbagai proyek-proyek kebaikan untuk meninggikan kalimat Allah aku abaikan bahkan tidak bersemangat dengannya.

Padahal di hari kiamat terdapat hari perhitungan, aku khawatir amalan duniaku lebih besar di bandingkan amalan akhiratku. Padahal dunia akan aku tinggalkan sementara akhirat adalah tempat kembaliku, akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

Kerja dunia itu tidak tercela, bersemangat untuknya bukanlah dosa karena di dalamnya berlangsung kehidupan. Didalamnya terdapat pahala dan tanggung jawab jikalau di niatkan untuk Allah. Harusnya semangat kerja akhiratku sama seperti semangat kerja duniaku (minimal).

Bahkan para sahabat ingin menggenggam dunia untuk di jadikan sebagai jembatan untuk menuju kebahagiaan negeri akhirat, dan para sahabat berdoa kepada Allah agar tidak di jadikan Dunia sebagai tujuan dan inti hidup mereka.

Ya Allah, ampunilah hamba Mu yang lemah iman ini, yang belum mampu seperti para sahabat yang rela meninggalkan urusan dunia mereka, ketika mendengar panggilan Allah. Padahal aku juga menginginkan Surga, sebagaimana mereka menginginkan Surga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here