Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

ARTIKEL – Hujan itu seperti seorang istri, ia merupakan rahmat dari Allah -Azza wajalla-. Saat kemarau panjang, manusia sangat butuh pada hujan, sehingga saat hujan pertama kali turun, manusia begitu bahagia, bahkan ada yang sujud syukur karenanya.

Demikian seorang istri, di saat seorang lelaki hidup dalam kemarau jomblo yang panjang, ia hidup sulit, hatinya gundah gulana, semerawut, kacau dan acak-acakan. Tapi, mana kala lamarannya telah diterima dan akad pun terjadi, ia begitu bahagia bahkan sujud syukur atas rahmat ini.

Saat hujan telah tiba musimnya, hujan sering kali turun dalam waktu yang cukup lama, hingga membuat cucian tidak kering-kering, pekerjaan terhambat, dan masalah-masalah lain.

Karena hal ini, manusia terbagi dalam dua golongan. Golongan yang pertama yaitu golongan orang-orang yang tetap bersyukur kepada Allah. Mereka bersyukur karena Allah sedang menurunkan rahmat untuk mereka, memberi bumi air agar ia menyimpannya sebagai persediaan musim kemarau, juga karena hujan diberikan untuk para petani yang butuh air untuk sawah ladang mereka. Banyak hal yang mereka syukuri, mereka tahu bahwa hujan bukan untuk diri mereka saja, tapi untuk jutaan manusia, maka Allah merutinkan turunnya hujan, sebagai rahmat untuk mereka.

Golongan kedua, yaitu golongan orang-orang yang kufur nikmat. Jika hujan turun, mereka mencela hujan. Ketika hujan turun, dengan perasaan kesal dan jengkel mereka berkata, “Uh, hujan lagi hujan lagi,” ada juga yang pernah saya dengar ia berkata, “Hujan, air masih banyak di rumahku.” Begitu ia mengulanginya. Memang sangat kufur nikmat. Golongan ini adalah golongan orang-orang yang tak tahu diri. Hidupnya mudah kacau jika ujian melanda hidupnya sebagai hukuman atas kurangnya rasa syukur pada dirinya.

Wanita juga seperti itu. Ketika ia telah menjadi seorang istri, ia hidup bersama suaminya. Dalam perjalanan hidup para wanita bersama suami mereka, para suami terbagi dalam dua golongan, golongan yang bersyukur dan golongan yang kufur nikmat.

Golongan yang bersyukur, merasa istrinya sebagai karunia yang sangat besar dari Allah -Azza wajalla-, sehingga ia terus mencintainya, menyanginya dan menjaganya. Ia bersyukur karena telah diberi seorang wanita oleh Allah -Azza wajalla- yang bisa menjaga kesucian dirinya. Karena rasa syukur itu, Allah menambah kebahagiaan pada dirinya, entah dengan menambah rasa bahagia dalam kehidupan bersama seorang istri, atau menambah bahagia dengan hadirnya istri solehah untuk dirinya. Karena siapa yang bersyukur atas nikmat Allah, niscaya Allah akan tambahkan nikmat untuk dirinya. Itu janji Allah.

Golongan yang kedua, golongan yang kufur nikmat. Selang beberapa hari atau bulan bersama istrinya, ia mulai bosan. Ketika istrinya memanggil dirinya, ia dengan kesal dan jengkel berkata, “Kamu lagi kamu lagi.” Akhirnya, musibah terjadi dalam rumah tangganya karena kurangnya rasa syukur, entah berupa pertengkaran atau bahkan bisa berujung perceraian.

Olehnya, sangat perlu untuk diketahui bahwa istri itu seperti hujan. Keduanya merupakan rahmat yang patut untuk disyukuri, bukan untuk dikufuri. Jika kehadirannya kadang membuat kesal, maka jangan mencelanya, jangan mencela hujan dan jangan mencela istri. Tetap syukuri, karena kekesalan kita hanyalah nafsu yang buruk yang terus dihiasi setan. Akhirnya, ia tidak melihat kebaikan rahmat itu, melainkan memandangnya sebagai keburukan dan ingin segera berakhir darinya.

Maka, jika hujan turun, bersyukurlah, lalu coba pandangilah wajah istrimu. Kemudian dekati dan kecup keningnya serta katakan kata-kata sayang padanya, niscaya ia akan membawamu dalam ruang rindu nan syahdu.

Tapi, manakala hujan turun, lalu saat tetes-tetes hujan yang jatuh ke bumi engkau malah memikirkan kenangan bersama orang lain, itu akan membuatmu sengsara, terpenjara dalam rasa kesedihan. Kau akan sakit dan tak ada obat penawarnya melainkan rasa syukurmu kepada Allah -Azza wajalla- atas apa yang engkau miliki saat ini.

Maka bersyukurlah.

Penulis: Ustaz Muhammad Ode Wahyu
(Pembina Pondok Pesantren Tahfizh al-Qur’an An-Nail Gowa)
Pedagang Kambing Area Gowa dan Makassar, bagi yang ingin membeli kambing silahkan hubungi kami di wa.me/6285338306425

Media Partners Dakwah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here