KENDARI – Sebanyak 302 Muslimah mengikuti kegiatan Dialog Muslimah yang diselenggarakan oleh Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah (MWD) Kendari, Ahad (13/7/2025), di Aula Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Strategis Muslimah dalam Mewujudkan Kota Kendari Semakin Maju dan Berkah dengan Al-Qur’an.”
Kegiatan ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerja profesional, serta menghadirkan dua narasumber utama yang menyoroti isu perempuan dan kolaborasi pembangunan kota berbasis nilai Qurani.
Ketua Muslimah Wahdah Kendari, Ustadzah Darmawaty Harimin, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan atas maraknya kasus yang menimpa perempuan dan anak di Kota Kendari, seperti perundungan (bullying), perceraian, pelecehan seksual, dan penyalahgunaan narkoba.
“Dialog ini menjadi wadah diskusi agar kaum Muslimah memiliki kesadaran kolektif dan siap menjadi bagian dari solusi. Muslimah Wahdah Kendari siap berkolaborasi bersama pemerintah untuk membangun Kota Kendari yang maju dan berkah, in syaa Allah,” ujarnya.
Dialog ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, A.Pi., M.P., mewakili Ibu Wali Kota Kendari. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Muslimah Wahdah dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif ini.
“Alhamdulillah, ada lembaga masyarakat yang peduli dan aktif mengedukasi kaum perempuan. Muslimah adalah pilar kebaikan kota dan memiliki peran strategis. Tahun depan, kami siap melibatkan Muslimah Wahdah Kendari dalam program Kota Layak Anak dan pengembangan kota layak huni,” tuturnya.
Dalam pemaparan materinya, Fitriani menekankan pentingnya sinergi perempuan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia juga menyoroti meningkatnya angka bunuh diri yang perlu menjadi perhatian serius.
“Satu kasus saja sudah luar biasa. Maka mari kita rapatkan barisan. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegasnya.
Pemateri kedua, Ustadzah Dr. Nurnaningsih Hamzah, S.Hut., M.Hut., menyampaikan bahwa berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini menunjukkan jauhnya masyarakat dari nilai-nilai Al-Qur’an. Menurutnya, Islam sebagai agama yang komprehensif telah memberikan panduan hidup di semua aspek, mulai dari keluarga, sosial, hingga ekonomi.
“Islam hadir dengan solusi menyeluruh. Maka perlu sinergi antara umat dan pemerintah agar Muslimah Kendari dapat menjadi pribadi yang sejahtera, produktif, dan berkontribusi positif bagi kota,” jelasnya.
Salah satu peserta, Miranda Sari, S.Kep., NS., menyatakan apresiasinya terhadap pelaksanaan dialog ini.
“Masyaa Allah, sangat bermanfaat. Ilmunya menambah wawasan tentang pentingnya menjaga diri sebagai wanita yang dekat dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat seperti Muslimah Wahdah dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Kota Kendari yang tidak hanya layak huni, tetapi juga berkah dan Qurani.
Laporan: Humas MWD Kendari
Editor: MAIM