BUTON TENGAH — Upaya menghidupkan Ramadan dengan kegiatan yang bernilai ilmu terus digalakkan di tingkat desa. Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah (MWD) Buton Tengah menggelar Daurah Ramadan Muslimah (DRM) di Desa Wambuloli, Kecamatan Mawasangka Timur, pada Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan untuk memperkuat pemahaman keislaman dan menata kualitas ibadah menjelang Ramadan.
Kegiatan ini diikuti 119 muslimah setempat. Daurah dirancang tidak sebatas menguatkan rutinitas ibadah, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman Islam yang lebih sistematis dan aplikatif, agar amalan Ramadan berjalan tertib, selaras, dan berdampak pada pembentukan pribadi bertakwa.
Pada sesi pertama, Ustadzah Nur Zelika, S.H. menyampaikan materi “Fikih Ramadan: Mewujudkan Harmoni Ibadah di Bulan Ramadan”. Daiyah alumni IAI Stiba Makassar tersebut menekankan pentingnya mengetahui kaidah dasar ibadah Ramadan agar praktik amalan tidak sekadar semangat, tetapi juga benar secara tuntunan.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Ustadzah Hamzia, S.Pd. dengan materi “Amaliyah Ramadan: Jalan Harmoni Meraih Derajat Takwa”. Pembahasan diarahkan pada penguatan amalan Ramadan sebagai wasilah pembinaan diri, mulai dari pembiasaan ibadah, penjagaan adab, hingga konsistensi amalan yang relevan dengan kehidupan keluarga dan lingkungan.
Melalui daurah ini, MWD Buton Tengah berharap pembinaan keislaman di tengah masyarakat semakin mengakar, terutama bagi muslimah di wilayah desa, sehingga Ramadan dapat dijalani dengan lebih bermakna: berilmu, tertib beramal, dan berorientasi pada takwa.
Koresponden: Medikom MWD Buteng (Erviana)
Editor: MAIM









