Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

KENDARI — Muslimah Wahdah Kendari kembali meneguhkan perannya dalam pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Kota Kendari melalui Tasyakuran Dirosa Angkatan IX. Sebanyak 791 peserta dari berbagai latar belakang memadati Hotel Qubah pada Ahad (21/12/2025) dalam kegiatan bertema “Menggapai Hidup Penuh Berkah dengan Cahaya Al-Qur’an.”

Sebanyak 791 peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter, tenaga kesehatan, guru, ibu-ibu Dirosa, masyarakat umum, hingga mahasiswi dan pelajar, hadir mengikuti rangkaian tasyakuran. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi bagi para peserta yang telah menyelesaikan tahapan belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa). Adapun total wisudawati adalah 462 orang.

Ketua Muslimah Wahdah Kendari, Ustadzah Darmawaty Harimin, S.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Dirosa adalah wujud nyata dukungan lembaga terhadap program strategis Pemerintah Kota Kendari.

“Program Dirosa mendukung program pemerintah, terutama setelah peluncuran 1000 guru ngaji. Program ini berkelanjutan; ada tahsin dan program mempelajari dasar-dasar keislaman yang dipersiapkan untuk mencetak pengajar baru,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan peserta bahwa tasyakuran ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar.

“Hari ini bukan hari terakhir. Pembelajaran Al-Qur’an tidak berhenti di sini, insyaallah akan terus berlanjut ke jenjang berikutnya,” tambahnya.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum & HAM Kota Kendari, Adriana Musaruddin, S.Sos., M.Si, yang hadir membuka acara secara resmi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas peningkatan jumlah peserta setiap tahunnya.

“Mewakili Pemerintah Kota Kendari, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Muslimah Wahdah atas kontribusinya memberantas buta aksara Al-Qur’an,” ujar Adriana.

Ia menekankan betapa strategisnya peran kaum ibu dalam membangun generasi masa depan.

“Dari keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an, akan lahir anak-anak berakhlak mulia dan berilmu yang membanggakan daerah kita.”

Ia juga berharap kolaborasi antara Muslimah Wahdah dan pemerintah terus terjalin demi mewujudkan Kendari sebagai kota yang layak huni, berkembang, dan maju.

Sesi materi dibawakan oleh Ustadzah Irnawati, A.Md., S.QI, yang memotivasi para peserta tentang pentingnya interaksi harian dengan Kitab Suci. Ia mengutip hadits tentang syafaat Al-Qur’an di hari kiamat.

“Bacalah Al-Qur’an, niscaya ia akan datang sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Alhamdulillah, melalui metode Dirosa ibu-ibu sudah bisa membaca, maka mari terus membersamai Al-Qur’an dalam keseharian kita,” ajaknya.

Rasa haru terpancar dari salah satu peserta, Rosmi. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para pengajar yang telah bersabar membimbing para peserta.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pengajar yang sudah mengajari kami dari awal sampai akhirnya bisa membaca Al-Qur’an. Saya mengajak ibu-ibu lainnya untuk jangan ragu mengikuti program Dirosa ini,” ungkapnya penuh semangat.

Acara ditutup dengan prosesi tasyakuran yang khidmat, menandai dimulainya komitmen baru bagi ratusan muslimah di Kendari untuk menjadi penjaga cahaya Al-Qur’an di rumah tangga masing-masing.

Laporan: Medikom MWD Kendari
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakPerkuat Soliditas dan Ukhuwah Kader, Wahdah Islamiyah Gelar Tarbiyah Camp di Pinggir Sungai Saludongka
Artikulli tjetërAlhamdulillah, Lima Satuan Pendidikan Binaan Wahdah Islamiyah Sultra Raih Akreditasi A Tahun 2025

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini