Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

MUNA – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, H. Rahman Ngkaali, S. Ag., M. Pd, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Tabligh Akbar Dzulhijjah 1447 H yang diselenggarakan DPD Wahdah Islamiyah Muna di Masjid Nur Ikhlas Foo Kuni, Kabupaten Muna, Ahad (17/05/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Safari Dakwah Dzulhijjah bersama Ustadz Syaiful Yusuf, Lc., M.A. itu digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H dengan mengangkat tema “Meneladani Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim.”

Tabligh akbar tersebut dihadiri masyarakat umum, pengurus dan kader Wahdah Islamiyah, simpatisan, serta guru, pegawai, dan orang tua santri Pondok Pesantren Yayasan Ibnu Abbas Muna.

Mengawali laporannya, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Muna, Ustadz Karim Darma, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa Tabligh Akbar Dzulhijjah merupakan agenda rutin nasional Wahdah Islamiyah yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Raya Kurban.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang makna Iduladha, semangat pengorbanan, hingga pengelolaan hewan kurban yang baik di tengah masyarakat.

Selain itu, ia juga memperkenalkan sejumlah program pembinaan keagamaan yang dijalankan Wahdah Islamiyah Muna, salah satunya Program Pengentasan Buta Baca Al-Qur’an melalui Dirosa untuk orang dewasa dan program pembinaan tarbiyah.

“Kami mengajak masyarakat untuk membentuk kelompok Dirosa dan tarbiyah. Insyaallah kami siap menghadirkan pembinanya,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Rahman Ngkaali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dakwah tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara masif di Kabupaten Muna.

Ia juga berharap kegiatan pembinaan umat seperti ini dapat diperluas pelaksanaannya, termasuk di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna.

“Kegiatan seperti ini sangat baik dan semoga dapat terus berjalan secara masif di Kabupaten Muna,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Muna turut menekankan pentingnya literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Menurutnya, literasi Al-Qur’an tidak hanya sebatas kemampuan membaca huruf Arab, tetapi juga mencakup pemahaman, penafsiran, pengamalan, hingga kemampuan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup literasi Al-Qur’an meliputi kemampuan membaca sesuai tajwid, menulis huruf Arab dengan benar, memahami makna ayat, mengetahui konteks penafsiran, mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta menyebarkan pesan-pesan Al-Qur’an dengan cara yang baik.

“Tujuan utama literasi Al-Qur’an adalah agar Al-Qur’an benar-benar menjadi panduan hidup, bukan sekadar dibaca sebagai ibadah, tetapi dipahami dan dijadikan landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa agama Islam hadir untuk menjaga lima prinsip utama kehidupan, yakni menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Menurutnya, kehadiran organisasi Islam sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan dan pencerdasan umat di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini.

“Ormas Islam harus hadir membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, mensucikan umat ini, agar mereka mampu memahami dan mempelajari ajaran agamanya dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, dalam materi tablighnya, Ustadz Syaiful Yusuf, Lc., M.A. menyampaikan bahwa keluarga Nabi Ibrahim merupakan teladan besar dalam hal pengorbanan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Keluarga Nabi Ibrahim adalah keluarga yang penuh pengorbanan. Nabi Ibrahim rela diusir ayahnya, dimusuhi kaumnya, meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus, hingga diperintahkan menyembelih putranya, Ismail,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa pada umumnya ketaatan membutuhkan pengorbanan, sedangkan ketidaksiapan untuk berkorban sering kali membuat seseorang enggan menjalankan perintah Allah.

Menurutnya, ibadah kurban menjadi salah satu bentuk latihan pengorbanan dan ketundukan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kegiatan Tabligh Akbar Dzulhijjah 1447 H kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama jamaah.

Laporan: Humas Wahdah Muna
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakDi Momen Semarak Zulhijjah 1447 H, Muslimah Wahdah Kendari dan Pemkot Bersinergi Wujudkan Kendari Maju dan Berkah
Artikulli tjetërTabligh Akbar Dzulhijjah di Muna, Ustadz Syaiful Yusuf: Ketaatan Selalu Membutuhkan Pengorbanan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini