MUNA – Spirit pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim menjadi pesan utama dalam Tabligh Akbar Dzulhijjah 1447 H yang digelar DPD Wahdah Islamiyah Muna di Masjid Nur Ikhlas Raha, Kabupaten Muna.
Kegiatan yang menjadi puncak Safari Dakwah bersama Ustadz Syaiful Yusuf itu berlangsung dalam rangkaian semarak Dzulhijjah pada 15–17 Mei 2026.
Dalam ceramahnya, Ustadz Syaiful Yusuf mengisahkan berbagai bentuk pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menaati perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Keluarga Nabi Ibrahim adalah keluarga yang penuh pengorbanan. Nabi Ibrahim rela diusir ayahnya, dimusuhi kaumnya, meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus, hingga diperintahkan menyembelih putranya, Ismail,” paparnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, ibadah kurban sejatinya bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga latihan ketundukan dan kesiapan berkorban demi menjalankan perintah Allah.
“Pada umumnya ketaatan membutuhkan pengorbanan. Ketidaksiapan untuk berkorban membuat seseorang tidak menjalankan perintah Allah,” ujarnya.
Kegiatan tabligh akbar tersebut dihadiri masyarakat umum, kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah, serta keluarga besar Pondok Pesantren Yayasan Ibnu Abbas Muna.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, Rahman Ngkaali, yang membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi terselenggaranya safari dakwah dan tabligh akbar tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas di berbagai wilayah Kabupaten Muna sebagai bagian dari penguatan pemahaman keagamaan masyarakat.
Selain itu, Rahman Ngkaali juga menyoroti pentingnya literasi Al-Qur’an yang mencakup kemampuan membaca, memahami, mengamalkan, dan menyebarkan ajaran Al-Qur’an.
Sementara itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Muna, Karim Darma, menyebut tabligh akbar Dzulhijjah sebagai agenda rutin nasional Wahdah Islamiyah menjelang Iduladha.
Melalui momentum tersebut, pihaknya turut mengajak masyarakat mengikuti program pembinaan keislaman seperti Dirosa dan tarbiyah guna meningkatkan pemahaman agama dan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama jamaah.
Laporan: Humas Wahdah Muna
Editor: MAIM









