Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

Khotbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

أما بعد،

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Setiap orang mendambakan rumah yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan kebahagiaan. Namun, tidak sedikit rumah yang megah justru dipenuhi pertengkaran, kegelisahan, dan hilangnya keharmonisan. Sebaliknya, ada rumah yang sederhana tetapi terasa damai, tenteram, dan penuh kebahagiaan.

Perbedaan itu bukan terletak pada kemewahan rumah, tetapi pada keberkahan (البركة) yang Allah turunkan kepada para penghuninya.

Para ulama menjelaskan bahwa barakah bukan sekadar banyaknya harta, melainkan bertambahnya kebaikan dan manfaat yang Allah letakkan pada sesuatu.

Para Ulama menjelaskan pengertian keberkahan:

الْبَرَكَةُ هِيَ كَثْرَةُ الْخَيْرِ وَدَوَامُهُ

“Keberkahan adalah banyaknya kebaikan dan terus-menerusnya kebaikan tersebut.”

Artinya, rumah yang diberkahi bukan hanya nyaman ditempati, tetapi menjadi tempat lahirnya iman, ilmu, akhlak mulia, dan amal saleh.

Lalu bagaimana cara mendapatkan keberkahan rumah?

Pertama: Menghidupkan Rumah dengan Ibadah kepada Allah

Allah menciptakan rumah bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga sebagai tempat mengingat-Nya.

Rumah yang dipenuhi shalat sunnah, bacaan Al-Qur’an, dzikir pagi dan petang, doa-doa harian, serta majelis ilmu akan dipenuhi cahaya keimanan. Sebaliknya, rumah yang kosong dari ibadah akan mudah dimasuki bisikan setan sehingga muncul pertengkaran, kemalasan beribadah, dan hilangnya ketenangan.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا﴾

“Allah menjadikan rumah-rumah kalian sebagai tempat tinggal yang memberikan ketenangan.” (QS. An-Nahl: 80)

Ketenangan yang dimaksud dalam ayat ini akan sempurna apabila rumah dipenuhi dengan ibadah.

Karena itu Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan agar sebagian ibadah dikerjakan di rumah agar rumah tetap hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ، وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Kerjakanlah sebagian shalat kalian di rumah dan janganlah kalian menjadikan rumah seperti kuburan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain beliau bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim)

Allah Ta’ala berfirman:

﴿مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Para ulama menjelaskan bahwa “kehidupan yang baik (الحياة الطيبة)” mencakup ketenangan hati, keberkahan rezeki, dan kebahagiaan hidup, meskipun seseorang tidak memiliki banyak harta.

Ayat ini mengajarkan bahwa rumah yang diberkahi bukanlah rumah yang paling mewah, tetapi rumah yang dihuni oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Ketika seluruh anggota keluarga menjaga iman, menegakkan ibadah, dan menghiasi rumah dengan amal saleh, Allah akan menganugerahkan hayatan thayyibah: rumah yang penuh ketenangan, kasih sayang, keberkahan, dan kebahagiaan di dunia, serta pahala yang besar di akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

Artinya

“Demi semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun pada malam hari lalu mengerjakan shalat, kemudian membangunkan istrinya sehingga ia pun shalat. Jika istrinya enggan bangun, ia memercikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun pada malam hari lalu mengerjakan shalat, kemudian membangunkan suaminya sehingga ia pun shalat. Jika suaminya enggan bangun, ia memercikkan air ke wajahnya.” (HR. Abu Dawud)

Kedua: Menghiasi Rumah dengan Akhlak Mulia dan Kelembutan

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Banyak orang mengira kebahagiaan rumah tangga bergantung pada harta yang melimpah. Padahal Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa salah satu sebab terbesar keberkahan rumah adalah kelembutan (الرِّفق).

Rumah yang dipenuhi ucapan lembut, saling menghargai, saling memaafkan, dan saling membantu akan menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Sebaliknya, rumah yang dipenuhi bentakan, celaan, dan kemarahan akan kehilangan keberkahannya meskipun dipenuhi berbagai fasilitas dunia.

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik. Beliau membantu pekerjaan rumah, bercanda dengan istri-istrinya, memanggil mereka dengan panggilan yang lembut, dan tidak pernah berkata kasar kepada keluarganya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi penghuni suatu rumah, Dia memasukkan sifat lemah lembut kepada mereka.” (HR. Ahmad)

Beliau juga bersabda:

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan menjadikannya buruk.” (HR. Muslim)

Allah Ta’ala juga berfirman:

﴿وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ﴾

“Pergaulilah istri-istri kalian dengan cara yang baik.” (QS. An-Nisa’: 19)

Ketiga: Memperbanyak Doa agar Allah Memberkahi Rumah dan Keluarga

Jamaah yang dirahmati Allah,

Keberkahan adalah karunia Allah. Karena itu, sebesar apa pun usaha seseorang, ia tetap harus memohon kepada Allah agar rumahnya dipenuhi keberkahan.

Betapa banyak orang tua yang sibuk memenuhi kebutuhan dunia anak-anaknya, tetapi sedikit yang setiap hari mendoakan agar anak-anaknya menjadi orang saleh.

Padahal doa orang tua merupakan salah satu sebab terbesar turunnya keberkahan dalam keluarga. Biasakan mendoakan pasangan, anak-anak, dan seluruh penghuni rumah setelah shalat, di waktu sahur, dan pada saat-saat mustajab.

Allah mengajarkan doa yang sangat agung:

﴿رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا﴾

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata, serta jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita renungkan, apakah rumah kita sudah dipenuhi shalat dan Al-Qur’an? Apakah lisan kita di rumah dipenuhi kelembutan? Apakah setiap hari kita mendoakan keluarga kita?

Semoga Allah menjadikan rumah-rumah kita sebagai rumah yang dipenuhi iman, ilmu, kasih sayang, dan keberkahan hingga menjadi jalan menuju surga-Nya.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ وَالنَّجْوَى.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ﴾

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sesungguhnya keluarga yang paling bahagia bukanlah keluarga yang paling banyak hartanya, tetapi keluarga yang paling banyak mengingat Allah dan saling membantu dalam ketaatan. Sebab tujuan membangun rumah tangga bukan hanya memperoleh kenyamanan dunia, tetapi juga bersama-sama meraih surga.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini mengingatkan bahwa tanggung jawab seorang mukmin tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi juga mencakup pasangan dan anak-anaknya. Rumah yang diberkahi adalah rumah yang seluruh penghuninya saling menolong untuk taat kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Maka, jadikanlah rumah kita sebagai tempat yang dipenuhi Al-Qur’an, shalat, doa, ilmu, dan akhlak yang mulia. Karena rumah yang demikian akan menjadi taman menuju surga.

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾

﴿رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ﴾

﴿رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ﴾

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ.

عباد الله،

﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Disusun Oleh Syahrul Bardin

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakKhotbah Jum’at: 4 Cara Memakmurkan Masjid, Belajar dari Rasulullah ﷺ dan Penduduk Madinah
Rizky Kurnia Rahman
Ketua Departemen Medikomhum DPD WI Bombana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini