Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

KAIRO — Di tengah gempuran tanpa henti, blokade berkepanjangan, dan krisis kemanusiaan yang kian memburuk, rakyat Gaza justru menunjukkan keteguhan yang menggetarkan dunia. Di balik penderitaan itu, tersimpan sebuah kekuatan yang tak kasat mata namun nyata: kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.

Hal ini diungkapkan oleh ulama dan pendakwah asal Palestina, Dr. Atef Hawali, dalam kegiatan Silaturahim Syawal dan Edukasi Palestina yang diselenggarakan oleh DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara secara daring, Ahad (4/12/2026).

Berasal dari Kamp Jabalia, Gaza, Syaikh Atef menggambarkan bagaimana masyarakat—termasuk anak-anak—tetap istiqamah mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an meski berada dalam tekanan yang sangat berat.

“Keteguhan dan kesabaran saudara-saudara kita di Gaza merupakan karunia Allah yang bersumber dari Al-Qur’an. Mereka memahami dan mengamalkan ayat-ayat tentang kesabaran serta perjuangan di jalan Allah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa agresi yang dilakukan Israel tidak hanya menyasar masyarakat sipil, tetapi juga secara sistematis menargetkan kalangan intelektual, ilmuwan, dan jurnalis di Gaza.

“Hingga kini, Gaza masih berada dalam blokade, penindasan, dan serangan tanpa henti. Pembunuhan terhadap jurnalis terus terjadi, sementara akses bantuan kemanusiaan sangat terbatas. Kondisi ini membuat situasi di Gaza semakin memprihatinkan,” jelasnya.

Syaikh Atef juga mengecam keras keputusan Knesset yang pada 31 Maret 2026 mengesahkan hukuman mati bagi tahanan Palestina. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kezaliman yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

“Terdapat sekitar 10 ribu warga Palestina yang ditahan. Penerapan hukuman mati terhadap mereka adalah tindakan yang sangat keji dan melanggar hukum internasional. Warga Gaza, sebagaimana masyarakat dunia yang menjunjung nilai kemanusiaan, mengecam keputusan ini,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, ia turut menanggapi pertanyaan terkait gagasan BoP (Breakthrough of Peace) yang dikaitkan dengan Donald Trump. Menurutnya, berbagai upaya perdamaian yang tidak berangkat dari aspirasi rakyat Gaza hanya akan berakhir dengan kegagalan.

“Sepanjang sejarah, berbagai upaya perdamaian seperti ini selalu menemui kegagalan. Masyarakat Gaza menolak intervensi asing dan menegaskan bahwa pengelolaan wilayah mereka harus dilakukan secara mandiri oleh rakyat Gaza sendiri,” ujarnya.

Didampingi Wakil Ketua Komite Solidaritas Palestina, Ustadz Ilham Jaya, Syaikh Atef turut menyeru umat Islam di seluruh dunia untuk mengambil peran nyata dalam membantu rakyat Palestina.

“Issue Palestina, Masjidil Aqsa, dan Baitul Maqdis hendaknya menjadi perhatian utama dalam kehidupan kaum muslimin. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak tentang keutamaan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam. Mari berkontribusi sesuai kemampuan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” serunya.

Sementara itu, ustaz Muh Ikhwan Kapai selaku Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sultra menekankan pentingnya membangun kepedulian berbasis ilmu terhadap isu Palestina.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak boleh hanya berhenti pada simpati sesaat, tetapi harus ditopang dengan pemahaman yang benar dan berkelanjutan.

“Penting bagi kita untuk terus mengedukasi diri tentang Palestina sebagai bentuk komitmen agar tidak melupakan perjuangan mereka. Dengan dasar ilmu, kita bisa berkontribusi secara lebih tepat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Wahdah Islamiyah bersama Komite Solidaritas Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat terus menggulirkan berbagai program kemanusiaan, mulai dari dapur umum, distribusi paket sembako dan buah, pembangunan kembali masjid yang hancur, hingga program qurban untuk Palestina.

Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Gaza sekaligus menjadi wujud solidaritas nyata umat Islam terhadap saudara-saudara mereka di Palestina.

Laporan: Media KITA Palestina
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakMasjid ICDT Bulukumba Menggelora, Ribuan Kader Wahdah Islamiyah Serukan Kepedulian Terhadap Palestina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini