Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

KENDARI — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara, Ustadz Ir. Muhammad Ikhwan Kapai, M.H, meneguhkan komitmen dakwah dengan memimpin pembacaan Ikrar Gerakan Sejuta Da’i (GSD) 2026, dalam sosialisasi dan peluncuran program yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah secara daring, Ahad, 4 Januari 2026 (bertepatan 15 Rajab 1447 H).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus dan kader DPW Wahdah Islamiyah Sultra dari Pusat Dakwah Wahdah Sultra, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Kota Kendari, dan melalui aplikasi Zoom Meeting bersama ribuan peserta dari berbagai wilayah.

Momentum pembacaan ikrar yang dipimpin Ustadz Ikhwan Kapai menjadi penanda kuat bahwa GSD 2026 bukan sekadar agenda pusat, tetapi akan digerakkan secara serius hingga ke tingkat daerah, termasuk di Bumi Anoa. Ikrar itu juga menegaskan kesungguhan para kader untuk menghidupkan metode dakwah kenabian melalui dakwah fardiyah, tarbiyah, dan amal jama’i sebagai pilar gerakan.

Ket: Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sultra (tengah) sedang membacakan ikrar GSD yang diikuti oleh seluruh peserta Tarbiyah Gabungan

Dalam rangkaian Tarbiyah Gabungan Nasional Wahdah Islamiyah yang mengiringi peluncuran GSD 2026, Ketua Bidang Kaderisasi DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Dr. Ir. Qasim Saguni, M.A, menjelaskan bahwa Gerakan Sejuta Da’i merupakan core perjuangan Wahdah Islamiyah yang berfokus pada dakwah dan pembinaan pribadi Muslim secara terstruktur, berkelanjutan, serta berbasis amal jama’i, dan dilaksanakan serentak oleh seluruh struktur Wahdah Islamiyah di dalam maupun luar negeri.

Ket: Ustaz Muh. Qasim Saguni selaku Ketua DPP Wahdah Islamiyah Bidang Dakwah, Kaderisasi dan Pengembangan SDM

“Hakikat Gerakan Sejuta Da’i adalah menghidupkan metode kenabian, mengajak dengan hikmah, membina dengan keteladanan, serta menyiapkan generasi dai sebagai penjaga risalah nubuwwah hingga akhir zaman,” ungkapnya dalam pemaparan sosialisasi.

Sementara itu, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. K.H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A, menekankan pentingnya konsep wasathiyah (keseimbangan) dalam menjalankan GSD 2026, agar gerakan ini tidak hanya berkobar pada semangat, namun juga kuat dalam konsep dan keterukuran.

Ket: Ustaz Muh. Zaitun Rasmin selaku Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah

“Gerakan Sejuta Da’i harus memadukan antara semangat dan konsep. Tidak cukup hanya berapi-api, tetapi juga harus terarah dan sesuai manhaj dakwah yang benar,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Ustadz Ikhwan Kapai menyampaikan dukungan penuh DPW Wahdah Islamiyah Sultra untuk menyukseskan GSD 2026 dengan kerja yang lebih terukur dan berdampak. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara siap mengambil peran sebagai bagian dari gelombang dakwah nasional, sekaligus menjawab kebutuhan umat hingga ke wilayah-wilayah pelosok.

“Bismillah, DPW Wahdah Islamiyah Sultra siap mengokohkan barisan dan menggerakkan seluruh struktur agar GSD 2026 benar-benar hidup di tengah masyarakat Bumi Anoa. Kita ingin dakwah hadir bukan hanya di pusat kota, tetapi juga menjangkau kampung-kampung, pesisir, dan pedalaman—dengan pendekatan yang hikmah, tarbiyah yang menumbuhkan, serta amal jama’i yang rapi dan berkelanjutan,” ujar Ustadz Ikhwan Kapai.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat dan ketepatan manhaj, sebagaimana arahan Pemimpin Umum, agar gerakan dakwah berjalan disiplin, terukur, dan melahirkan dai-dai yang kuat akhlaknya, matang ilmunya, serta dekat dengan umat.

Dengan peluncuran GSD 2026 ini, DPW Wahdah Islamiyah Sultra menegaskan kesiapan untuk menguatkan pembinaan kader dan memperluas pelayanan dakwah sebagai solusi atas tantangan sosial dan keumatan. Diharapkan, gerakan ini melahirkan para dai dan daiyah yang menjadi agen perubahan, penebar nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus penguat persatuan umat di tengah dinamika zaman.

Laporan: Humas Wahdah Sultra
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakSukses Gelar Pra Mukerda, Muslimah Wahdah Kendari Rancang Proker Strategis Lahirkan Muslimah Berakhlak & Berdaya
Artikulli tjetërHANYA LIMA KALI…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini