Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

MUNA – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun ini. Jika umumnya masyarakat merayakan dengan upacara di lapangan, lomba rakyat, atau pawai budaya, maka Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Muna memilih cara yang unik: menyelenggarakan Tarbiyah Camp di Pantai Mutiara, Kabupaten Buton Tengah, pada 16–17 Agustus 2025.

Sebanyak 62 peserta berangkat dengan penuh semangat, membawa perlengkapan pribadi sejak pagi dari pelataran Masjid Al Wahdah. Meski perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar tiga jam, antusiasme mereka tetap terjaga. Ketua panitia, La Ode Muhammad Darno, ST, mengingatkan pentingnya kesiapan peserta karena kegiatan ini bukan sekadar perjalanan singkat, tetapi melibatkan aktivitas bermalam di alam terbuka.

Tarbiyah Camp kali ini dikemas dengan kegiatan yang sarat nilai, mulai dari shalat malam, kuliah subuh, hingga berbagai permainan edukatif. Namun, puncak kebersamaan sekaligus momen paling berkesan adalah upacara pengibaran bendera Merah Putih di bibir pantai. Di atas pasir putih dengan latar deburan ombak, peserta dengan khidmat menyanyikan lagu kebangsaan, menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan nuansa berbeda.

Dalam amanatnya, Wakil Ketua DPD Wahdah Islamiyah Muna, Ustaz Fajar Mahayuddin, S.Pd., M.Pd.I, menegaskan kembali arti penting kemerdekaan.

Tidak hanya itu, Ustaz Fajar juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Meski kegiatan berlangsung di Kabupaten Buton Tengah, ia mengajak seluruh peserta tetap mendukung program Muna Zero Sampah dengan membersihkan pantai setelah upacara.

Kegiatan semakin semarak dengan berbagai lomba seru yang memupuk semangat kebersamaan, seperti estafet, angkat botol, dan lari. Sorak tawa dan riuh gembira peserta menambah warna dalam rangkaian Tarbiyah Camp kali ini.

Acara pun ditutup dengan pembagian hadiah, sesi foto bersama, dan salam hangat penuh ukhuwah. Melalui Tarbiyah Camp ini, Wahdah Islamiyah Muna tidak hanya membina ruhiyah dan ukhuwah, tetapi juga menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ajang syukur sekaligus refleksi perjuangan bangsa.

Laporan: Kaisar Hafit (Medikom DPD WI Muna)
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakGuru Harus Profesional dan Ikhlas, Pesan Ustaz Ikhwan Kapai di Hari Kemerdekaan
Artikulli tjetërFEBI IAIN Kendari dan Wahdah Islamiyah Bombana Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Koperasi Syariah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini