Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

BAUBAU, 7 Desember 2025 – Program Dirosa (Dirosah Al-Qur’an) Muslimah Wahdah Islamiyah Baubau kembali menorehkan jejak penting dalam upaya menghapus buta aksara Al-Qur’an di Kota Baubau. Melalui Tasyakuran Dirosa Angkatan VI, ratusan muslimah merayakan capaian belajar sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus dekat dengan kalam Ilahi sepanjang hayat.

Ketua Unit Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (P3Q) Muslimah Wahdah Islamiyah Baubau, Ustadzah Herlinda, A.Md.Ak., menjelaskan bahwa Tasyakuran Dirosa diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan 20 kali pertemuan belajar.

Sebagai seorang ibu dari tiga anak, Herlinda menegaskan bahwa tujuan besar program ini adalah menghapus buta aksara Al-Qur’an di Kota Baubau. Menurutnya, ketika para ibu dan muslimah mampu membaca dan mengajarkan Al-Qur’an, maka rumah-rumah akan hidup dengan bacaan, tadabbur, dan amalan yang bersumber dari kitab suci.

Dalam sambutannya, Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Baubau, Ustadzah Hasty Hamzah, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa Wahdah Islamiyah sebagai organisasi dakwah merasa terpanggil untuk bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam penguatan pembelajaran Al-Qur’an. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berjuang menyelesaikan program Dirosa Angkatan VI.

“Tasyakuran ini bukan akhir dari perjalanan belajar. Belajar Islam itu sepanjang hayat. Setelah Dirosa, kami mengarahkan para peserta untuk melanjutkan ke program Tarbiyah Islamiyah, agar interaksi dengan Al-Qur’an tidak terputus dan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Pada sesi materi, Ustadzah Wa Ode Nurmila, S.Pd., mengajak para peserta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Ia mengilustrasikan betapa indahnya jika seorang muslimah mengawali dan menutup harinya bersama Al-Qur’an.

“Usahakan kita membuka hari dengan tilawah Al-Qur’an dan menutup hari dengan kembali membaca Al-Qur’an. Dengan cara itu, hidup kita akan selalu diarahkan oleh petunjuk Allah,” tuturnya.

Tasyakuran Dirosa Angkatan VI yang bertema “Hidup Penuh Berkah dengan Cahaya Al-Qur’an” ini digelar di Baruga La Ode Malim Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan dihadiri 305 peserta dari berbagai kalangan: pelajar, mahasiswi, para ibu, serta tamu undangan dari elemen organisasi perempuan dan keagamaan.

Rangkaian acara berlangsung hangat dan menyentuh. Setelah sambutan dan materi, dilaksanakan prosesi wisuda Dirosa, pembacaan kesan dan pesan peserta, serta pembacaan puisi yang menggambarkan perjuangan belajar Al-Qur’an di tengah kesibukan dan tantangan zaman. Di penghujung acara, panitia mengumumkan pembagian kelompok belajar Al-Qur’an bagi peserta yang belum memiliki kelompok, agar semangat belajar terus terjaga dan terarah.

Melalui Tasyakuran Dirosa Angkatan VI, Muslimah Wahdah Islamiyah Baubau tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga mengokohkan gerakan mencintai, membaca, dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai ikhtiar kolektif untuk melahirkan generasi Qur’ani dari rumah-rumah muslimah di Kota Baubau.

Koresponden: Medikom MWD Baubau

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakKepala Kemenag Baubau: Literasi Al-Qur’an Muslimah Kunci Atasi Problematika Umat
Artikulli tjetërPerkuat Soliditas dan Ukhuwah Kader, Wahdah Islamiyah Gelar Tarbiyah Camp di Pinggir Sungai Saludongka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini