Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

MUNA — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Muna menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) ke-XVIII sebagai forum evaluasi kinerja 2025 sekaligus perumusan program kerja 2026. Kegiatan ini berlangsung di SDIT Ibnu Abbas Muna, Sabtu–Ahad (17–18 Januari 2026), dengan semangat konsolidasi untuk menguatkan pembinaan umat di Bumi Sowite.

Mukerda kali ini menjadi ruang musyawarah yang hidup. Peserta aktif menyampaikan kritik, saran, dan gagasan terhadap capaian program kerja departemen/lembaga selama tahun 2025, lalu menyusunnya kembali menjadi rencana yang lebih terarah untuk tahun 2026.

Mukerda XVIII dibuka oleh Ustaz Salehaman, S.Hut., MEI selaku utusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara. Dalam sambutannya, ia menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan tradisi keilmuan, urgensi maqashid syariah, hingga tantangan ekonomi dan lingkungan hidup.

“Dalam menghadapi isu-isu keilmuan, kader Wahdah Islamiyah sejatinya menjadikan ilmu sebagai panglima dan senantiasa membangun tradisi serta gerakan keilmuan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran lembaga dakwah dalam memberikan pembinaan yang menyentuh persoalan riil umat, termasuk aspek ekonomi. “Harapannya Wahdah Islamiyah dapat hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan pembinaan dalam hal pengelolaan ekonomi,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Muna, Ustaz Karim Darma, S.Pd., MM, mengarahkan penyusunan program kerja agar lebih kuat menyentuh pengembangan ekonomi umat dengan memaksimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki.

“Pada penyusunan program kerja kita saat ini, saya berharap kita dapat merancang program-program kerja yang mengarah pada sisi pengembangan ekonomi umat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Karim Darma juga mengajak seluruh peserta untuk meneguhkan langkah strategis pembangunan kantor DPD Wahdah Islamiyah Muna pada tahun 2026. “Insya Allah, 2026 benar-benar kita mulai pembangunan fondasi kantor DPD kita ini,” tegasnya.

Pada hari kedua, Mukerda XVIII dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi Departemen Kesehatan Wahdah Islamiyah. Layanan ini ditujukan untuk membantu pengecekan kesehatan para pengurus, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah dakwah dengan kondisi fisik yang prima.

Secara keseluruhan, rangkaian Mukerda berlangsung lancar dan khidmat. Peserta tampak antusias dalam menyampaikan ide, pendapat, serta merumuskan langkah program yang lebih adaptif dan berdampak. Kegiatan ditutup dengan taujihat Ustaz Fajar Mahayuddin, S.Pd., M.Pd.I., dilanjutkan salam-salaman dan foto bersama.

Laporan: Kaisar H (Medikomhum Wahdah Muna)
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakMukerda XIV Wahdah Islamiyah Wakatobi, Rancang Program Pembinaan Ummat yang Terarah & Adaptif di Daerah Kepulauan
Artikulli tjetërBelajar Jadi Generasi Tertib dan Sehat: Puluhan Siswi MTs Al Wahdah Islamiyah Kendari Kunjungan Edukatif di Polda Sultra dan BPOM Kendari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini