Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

KOLAKA – Dalam upaya memperkuat mutu pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah Islam, Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Kolaka bersama Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka (YPWIK) menggelar Workshop Penyusunan Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Tahfiz Al-Qur’an selama tiga hari, 9–11 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Markaz Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Kolaka tersebut diikuti oleh 82 guru dari seluruh satuan pendidikan YPWIK yang tersebar di Kecamatan Kolaka, Pomalaa, Tanggetada, dan Toari. Workshop menghadirkan narasumber Ustaz Syamsuddin, S.Pd., M.Hum., Gr., Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Wahdah Islamiyah Kolaka.

Ket: Ustaz Syamsuddin, S.Pd., M.Hum., Gr., Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Wahdah Islamiyah Kolaka.

Workshop ini diselenggarakan sebagai ikhtiar menyamakan persepsi sekaligus menyusun standar pembelajaran tahfiz yang lebih sistematis, terarah, dan terukur di seluruh unit pendidikan YPWIK.

Selama tiga hari, para peserta mendalami berbagai aspek penyusunan strategi pembelajaran, mulai dari pemetaan kemampuan peserta didik, pemilihan metode sesuai jenjang usia, penyusunan target hafalan yang realistis, hingga penyusunan indikator evaluasi sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Ustaz Syamsuddin menegaskan bahwa keberhasilan program tahfiz tidak hanya ditentukan oleh banyaknya target hafalan, tetapi juga oleh kualitas perencanaan dan proses pembelajaran yang dijalankan secara konsisten.

“Keberhasilan program tahfiz tidak hanya diukur dari besarnya target hafalan, tetapi juga dari kualitas perencanaan pembelajaran, pendampingan guru, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, setiap satuan pendidikan harus memiliki strategi yang matang agar proses menghafal Al-Qur’an berjalan efektif sesuai perkembangan peserta didik,” jelasnya.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga menyusun rancangan strategi pembelajaran, target capaian hafalan, serta instrumen evaluasi yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.

Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta ialah microteaching, di mana beberapa guru mempraktikkan langsung strategi pembelajaran yang telah disusun di hadapan para siswa. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh evaluasi langsung dari narasumber terkait teknik mengajar, pengelolaan kelas, pendekatan kepada peserta didik, hingga metode evaluasi hafalan Al-Qur’an.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta saling memberikan masukan guna menghasilkan strategi pembelajaran tahfiz yang lebih efektif dan aplikatif.

Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka, Baso Gama, S.T., menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan fondasi utama dalam membangun lembaga pendidikan yang unggul.

Ket: Baso Gama, S.T, Ketua Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah Kolaka

“Mutu pendidikan tidak akan pernah melampaui mutu gurunya. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap workshop ini melahirkan kesamaan visi, standar pembelajaran yang lebih baik, serta strategi yang efektif sehingga pembelajaran Al-Qur’an di seluruh unit pendidikan YPWIK semakin berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kolaka, Ust. Muh. Abdul Basit, S.Pd., mengingatkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an merupakan identitas utama sekolah-sekolah Wahdah Islamiyah yang harus terus diperkuat.

Ket: Ust. Muh. Abdul Basit, S.Pd., Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kolaka

“Al-Qur’an harus menjadi ruh dalam seluruh proses pendidikan di sekolah-sekolah Wahdah Islamiyah. Karena itu, guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu membimbing peserta didik dengan metode yang tepat, terarah, dan menyenangkan. Hasil workshop ini harus benar-benar diimplementasikan sehingga mampu melahirkan generasi yang mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Departemen Pendidikan DPD Wahdah Islamiyah Kolaka bersama YPWIK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui penguatan kompetensi guru dan penyempurnaan sistem pembelajaran tahfiz. Diharapkan, hasil workshop ini menjadi pijakan dalam mewujudkan standar pembelajaran Al-Qur’an yang semakin berkualitas serta melahirkan generasi Qurani yang unggul, berakhlak mulia, dan siap melanjutkan estafet dakwah Islam.

Laporan: M. Raflee (Medikom Wahdah Kolaka)
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakDigitalisasi Tata Kelola Keuangan dan Program Kerja, Wahdah Islamiyah Sultra Implementasikan SIMAKPRO

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini