KENDARI – Departemen Dakwah dan Pembinaan Masjid DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara sukses menyelenggarakan Dauroh Syar’iyyah bersama Syekh Dr. Mohammad Monqez Al-Asseel, dosen internasional IAI STIBA Makassar dan pakar tafsir lulusan Universitas Islam Madinah, pada Ahad (12/10/2025).
Kegiatan yang mengangkat tema “Memperkuat Ketahanan Keluarga, Menjaga Kehormatan Generasi Muda” ini menghadirkan kajian mendalam tentang Tafsir Surah An-Nur ayat 1–26, yang sarat dengan pelajaran berharga mengenai kesucian, kehormatan, adab bermasyarakat, serta perlindungan keluarga dari fitnah dan kerusakan moral di era digital.


Dauroh dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPW Wahdah Islamiyah Sultra, Ustaz Zahir, S.Pd., yang mewakili Ketua DPW. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Daurah Syar’iyyah memiliki empat tujuan utama:
- Sebagai sarana pembekalan dan peningkatan ilmu syar’i bagi simpatisan dan masyarakat umum.
- Sebagai arah bimbingan syariat dalam menyikapi situasi dan kondisi sosial yang berkembang.
- Untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam melalui tafsir Surah An-Nur ayat 1–26, yang mengajarkan kesucian diri, kehormatan, serta pentingnya menjaga keluarga dan masyarakat dari fitnah dan kerusakan moral, khususnya di tengah maraknya media sosial yang tidak terkendali.
- Sebagai ajang mempererat ukhuwah dan memperkokoh komitmen dakwah dalam menjaga kehormatan umat Islam.
“Daurah ini mengangkat tema yang sangat mulia dan relevan dengan kehidupan kita sebagai muslim, yaitu ayat-ayat yang menuntun kita untuk menjaga kehormatan, kesucian diri, dan kebersihan masyarakat Islam dari fitnah dan kerusakan moral,” tutur Ustaz Zahir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, panitia, dan seluruh peserta yang telah hadir. Jika ada kekurangan dalam pelaksanaan, kami mohon maaf, dan hanya kepada Allah kita berserah diri,” tambahnya.

Ketua Departemen Dakwah dan Pembinaan Masjid DPW WI Sultra, Ustaz Siddiq Aminullah, S.H., M.Ag., yang juga alumni Program Kaderisasi Ulama Wahdah Islamiyah, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini.
“Alhamdulillah, seluruh panitia bekerja dengan sangat baik. Dengan sebab itu Allah izinkan kegiatan ini berjalan sukses. Kami juga berterima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi, sehingga peserta dapat dilayani dengan maksimal, termasuk penyediaan makan siang,” ungkapnya.
Daurah Syar’iyyah ini diikuti oleh sekira 900 orang peserta (laki-laki dan perempuan), terdiri dari jamaah yang hadir langsung di Masjid Abu Bakar ash-Shiddiq (Depan Gerbang Utama Kampus Baru UHO) dan peserta daring melalui Zoom Meeting.
Salah seorang peserta menyampaikan kesan mendalam atas ilmu yang diperoleh dari Syekh Dr. Monqez.
“Salah satu faidah penting yang saya dapatkan adalah bahwa syariat Islam sangat menjaga kehormatan seorang muslim. Bahkan ketika teknologi modern menampakkan sisi-sisi yang sulit dihindari, seorang qadhi tidak serta-merta menegakkan hudud (hukuman) tanpa memastikan terpenuhinya seluruh syarat vonis,” ujarnya.
“Allah yang Maha mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya telah menetapkan syariat dengan penuh hikmah untuk melindungi kehormatan dan menutupi aurat setiap hambanya, maka kita sebagai manusia tidak sepatutnya bermudah-mudah melucuti kehormatan saudara kita di tengah keterbatasan ilmu,” tambahnya dengan penuh hikmah.
Melalui kegiatan ini, Wahdah Islamiyah Sultra kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang mencerahkan, berorientasi pada ketahanan keluarga, dan berlandaskan pada ilmu syar’i yang shahih.
Daurah ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dan generasi muda, di tengah tantangan fitnah dan derasnya arus informasi tanpa batas di dunia maya.
Laporan: Humas Wahdah Sultra
Editor: MAIM







