KENDARI – Sebanyak 86 dai Wahdah Islamiyah yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) ditugaskan menjadi khatib pada pelaksanaan Sholat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Para dai tersebut mengusung tema khutbah seragam bertajuk “Keluarga Qurani, Moral Insani: Pelajaran dari Keluarga Ibrahim”, sebuah tema yang mengajak umat Islam menjadikan keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagai teladan dalam membangun rumah tangga yang kokoh di atas tauhid, pendidikan iman, akhlak, pengorbanan, dan dakwah. Tema ini merujuk pada naskah khutbah resmi yang disusun Dewan Syariah Wahdah Islamiyah.
Ketua Departemen Dakwah DPW Wahdah Islamiyah Sultra, Ust. Siddiq Aminullah, S.H., M.Ag., mengungkapkan bahwa penerjunan 85 dai tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pesan dakwah yang seragam, menyentuh persoalan umat, sekaligus relevan dengan tantangan kehidupan modern saat ini.
“Sebanyak 86 dai kami tugaskan di berbagai titik pelaksanaan Sholat Iduladha di Sulawesi Tenggara. Melalui tema ini, kami ingin mengajak umat kembali menata keluarga sebagai fondasi utama perbaikan masyarakat. Sebab krisis yang terjadi hari ini, baik kerusakan moral, lemahnya pendidikan akhlak, hingga rapuhnya persatuan, berawal dari rumah yang kehilangan nilai-nilai iman,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa khutbah Iduladha tahun ini tidak hanya mengangkat kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya sebagai sejarah spiritual semata, tetapi juga sebagai solusi peradaban dalam menghadapi berbagai problem sosial kontemporer.
“Khutbah ini mengingatkan umat bahwa keluarga Qurani bukan sekadar keluarga yang religius secara simbolik, tetapi keluarga yang hidup dengan tauhid, shalat, Al-Qur’an, pendidikan adab, kesabaran, pengorbanan, dan kepedulian terhadap umat. Dari keluarga seperti inilah akan lahir moral insani yang mampu menjaga bangsa dan peradaban,” tambah alumni Program Kaderisasi Ulama STIBA Makassar itu.
Sementara itu, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sultra, Ust. Ir. H. Muh. Ikhwan Kapai, M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh dai Wahdah Islamiyah yang terus istiqamah mengemban amanah dakwah di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
“Kami menyampaikan penghargaan dan rasa syukur atas dedikasi para dai Wahdah Islamiyah yang terus hadir membimbing umat, termasuk pada momentum Iduladha ini. Mereka tidak hanya menyampaikan khutbah, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, penguat persaudaraan umat, serta pembimbing masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman,” ungkapnya.
Ia juga berharap momentum Iduladha dapat menjadi titik kebangkitan keluarga muslim untuk kembali memperkuat pendidikan iman dan akhlak di tengah derasnya arus perubahan sosial.
“Keluarga adalah benteng pertama umat. Jika keluarga dibangun di atas Al-Qur’an, ibadah, akhlak, dan kasih sayang, maka insya Allah masyarakat juga akan kuat. Karena itu, tema khutbah tahun ini sangat penting untuk direnungkan bersama,” lanjutnya.
Sebagai khatib yang bertugas di Lapangan Futsal Kampus Baru Universitas Halu Oleo (UHO), Ust. Muh. Ikhwan Kapai menjelaskan bahwa keluarga Nabi Ibrahim memberikan pelajaran besar tentang bagaimana membangun rumah tangga yang tidak hanya kuat secara emosional, tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral.
“Di tengah kemajuan zaman hari ini, kita menyaksikan banyak keluarga kehilangan arah. Anak-anak tumbuh dengan limpahan teknologi, tetapi miskin keteladanan dan pendidikan iman. Karena itu, keluarga Nabi Ibrahim menjadi contoh bagaimana tauhid, pengorbanan, komunikasi, kesabaran, dan pendidikan akhlak mampu melahirkan generasi saleh seperti Nabi Ismail,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Iduladha bukan hanya berbicara tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang kesiapan umat berkorban demi menjaga agama, keluarga, dan masa depan generasi.
“Khutbah ini ingin mengajak umat agar tidak hanya sibuk membangun dunia, tetapi juga membangun jiwa dan keluarga. Sebab rumah yang dipenuhi shalat, Al-Qur’an, kasih sayang, dan dakwah akan melahirkan generasi yang kuat menghadapi kerusakan zaman,” tuturnya.
Dalam naskah khutbah tersebut, umat Islam diajak mengambil pelajaran dari keluarga Nabi Ibrahim, mulai dari pentingnya membangun keluarga di atas tauhid, mendidik generasi dengan iman dan akhlak, menjaga moral dan kehormatan, membangun rumah tangga dengan kesabaran dan komunikasi, hingga memperkuat persatuan umat dan dakwah di tengah masyarakat.
Naskah khutbah itu juga menyoroti berbagai tantangan umat saat ini, seperti kerusakan moral, penyimpangan fitrah, lemahnya pendidikan keluarga, pengaruh negatif dunia digital, hingga pentingnya menjaga persaudaraan umat Islam di tengah berbagai fitnah dan perpecahan.
Dengan penyebaran 86 dai di berbagai wilayah dan penyampaian pesan khutbah yang seragam, Wahdah Islamiyah Sultra berharap momentum Iduladha 1447 H tidak hanya menjadi perayaan ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan keluarga muslim dalam melahirkan generasi beriman, berakhlak, dan peduli terhadap perbaikan umat.
Laporan: Medikom Wahdah Sultra









