Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

KONAWE – Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah (YPWI) Konawe, Ustaz Ir. H. Muhammad Ikhwan Kapai, M.H., mengingatkan para orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah. Menurutnya, keluarga tetap menjadi faktor penentu dalam membentuk karakter, akhlak, dan masa depan anak, terlebih di tengah berbagai tantangan yang dihadirkan era digital saat ini.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Ikhwan saat memberikan materi parenting pada acara Penamatan Peserta Didik Tahun Pelajaran 2025/2026 YPWI Konawe yang digelar di Hotel Tiga Putra, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Ahad (21/6/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan penamatan TK Islam Al-Wihdah ke-13, SDIT Wihdatul Ummah ke-5, dan SMPIT Wahdah Islamiyah Konawe ke-2 tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus Wahdah Islamiyah, tenaga pendidik, serta ratusan orang tua dan wali murid.

Dalam materinya, Ustaz Ikhwan menekankan bahwa anak merupakan amanah sekaligus investasi terbesar yang dimiliki setiap orang tua. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan anak tidak boleh berhenti hanya dengan memilihkan sekolah yang baik.

“Anak merupakan investasi terbesar dalam hidup kita. Ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya adalah anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya,” ujarnya.

Menurutnya, banyak orang tua yang berharap sekolah mampu menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan anak. Padahal, sekolah hanya berperan sebagai mitra yang membantu proses pembinaan yang seharusnya berawal dari rumah dan dilanjutkan secara konsisten oleh keluarga.

Ia menjelaskan bahwa anak lahir dalam keadaan fitrah dan memiliki potensi kebaikan yang perlu dijaga, diarahkan, dan dikembangkan oleh orang tua melalui pendidikan agama, pembinaan akhlak, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak lahir dalam keadaan suci. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kepribadian dan masa depan mereka. Karena itu pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan pengawasan terhadap anak harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ustaz Ikhwan menilai bahwa tantangan yang dihadapi orang tua saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa sebelumnya. Jika dahulu orang tua lebih fokus mengawasi lingkungan bermain anak, kini berbagai pengaruh dapat masuk langsung ke dalam rumah melalui gawai dan media digital.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak mereka. Menurutnya, kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi juga menyimpan berbagai risiko apabila tidak disertai pendampingan yang memadai.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih waspada terhadap berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga paparan konten negatif yang semakin mudah diakses melalui media digital.

Dalam pandangannya, pengawasan semata tidak cukup. Orang tua juga perlu membangun kedekatan emosional dan komunikasi yang baik dengan anak agar mereka memiliki tempat untuk bercerita, meminta nasihat, dan mendapatkan arahan ketika menghadapi berbagai persoalan.

“Anak-anak kita membutuhkan perhatian, pendampingan, dan teladan. Mereka tidak cukup hanya diberikan fasilitas, tetapi juga membutuhkan kehadiran orang tua dalam kehidupan mereka,” pesannya.

Ustaz Ikhwan menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan akan lebih mudah dicapai ketika sekolah dan keluarga berjalan beriringan. Sekolah bertugas memberikan pembelajaran dan pembinaan secara sistematis, sementara orang tua memastikan nilai-nilai yang diajarkan terus hidup dalam lingkungan keluarga.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan ketahanan moral yang kuat.

“Sekolah dan orang tua harus berjalan bersama. Ketika keduanya saling mendukung, insyaallah akan lahir generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki iman dan akhlak yang kuat,” katanya.

Acara penamatan YPWI Konawe sendiri berlangsung dalam suasana penuh haru dan kebanggaan. Selain prosesi penamatan peserta didik, kegiatan juga diisi dengan berbagai penampilan siswa berupa hafalan Al-Qur’an, tadabur Al-Qur’an, syarah hadis, dan pertunjukan edukatif yang menunjukkan hasil pembinaan akademik dan karakter Islami selama menempuh pendidikan.

Melalui momentum tersebut, Ustaz Ikhwan berharap para orang tua semakin menyadari bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah. Dengan kolaborasi yang kuat, generasi yang lahir tidak hanya siap menghadapi tantangan zaman, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan orang tua serta membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Laporan: Medikom Wahdah Konawe
Editor: MAIM

Media Partners Dakwah

Artikulli paraprakPemkab Konawe Siap Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Islam, Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini