Di antara istri Rasulullah ﷺ yang memiliki keutamaan besar dalam ibadah adalah Juwairiyah binti Al-Harits Radhiyallahu Anha. Beliau dikenal sebagai wanita yang gemar berzikir dan beribadah.
Suatu hari Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada beliau sebuah zikir yang singkat, namun pahalanya sangat besar. Dari kisah ini, kita dapat mengambil banyak pelajaran berharga.
عَنْ جُوَيْرِيَةَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ، وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا، ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى، وَهِيَ جَالِسَةٌ، فَقَالَ:
مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا؟
قَالَتْ: نَعَمْ.
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ:
لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Artinya:
Dari Juwairiyah Radhiyallahu ‘Anha:
Bahwa Nabi ﷺ ke luar dari rumahnya pada pagi hari setelah shalat Subuh, ketika Juwairiyah sedang berada di tempat shalatnya (berzikir).
Kemudian beliau kembali setelah waktu Dhuha, dan masih mendapati Juwairiyah dalam keadaan duduk berzikir.
Lalu Nabi ﷺ bertanya:
“Apakah engkau masih dalam keadaan seperti ketika aku meninggalkanmu tadi?”
Juwairiyah menjawab:
“Ya.”
Maka Nabi ﷺ bersabda:
“Sungguh aku telah mengucapkan setelah meninggalkanmu empat kalimat sebanyak tiga kali. Seandainya ia ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan sejak pagi ini, niscaya ia akan lebih berat.”
Yaitu:
“Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebesar keridaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya.” (HR. Muslim no. 2726)
Biografi Singkat Juwairiyah binti Al-Harits: Nama dan Latar Belakang
Nama lengkap beliau adalah:
جُوَيْرِيَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ بْنِ أَبِي ضِرَارٍ الْمُصْطَلِقِيَّةُ
Beliau berasal dari kabilah Bani Al-Musthaliq, salah satu cabang dari suku Khuza’ah. Ayahnya, Al-Harits bin Abi Dhirar, adalah pemimpin kabilah tersebut.
Sebelum Menjadi Istri Nabi ﷺ

Sebelum Islam, beliau bernama:
بَرَّةُ
(Barrrah)
Kemudian Rasulullah ﷺ mengganti namanya menjadi Juwairiyah, karena nama sebelumnya mengandung makna pujian yang berlebihan.
Peristiwa Menjadi Ummahatul Mukminin

Juwairiyah Radhiyallahu ‘Anha ditawan dalam Perang Bani Al-Musthaliq. Beliau kemudian datang kepada Rasulullah ﷺ untuk meminta bantuan dalam membayar tebusan dirinya.
Rasulullah ﷺ menawarkan sesuatu yang lebih baik dari permintaannya:
“Aku akan membayarkan tebusanmu dan aku akan menikahimu.”
Beliau pun menerima, dan menjadi salah satu Ibu kaum mukminin (Ummahatul Mukminin).
Keberkahan Besar bagi Kaumnya
Setelah pernikahan beliau dengan Rasulullah ﷺ, para sahabat membebaskan tawanan Bani Al-Musthaliq karena mereka telah menjadi kerabat Rasulullah ﷺ.
Aisyah binti Abu Bakar berkata:
فَمَا أَعْلَمُ امْرَأَةً أَعْظَمَ بَرَكَةً عَلَى قَوْمِهَا مِنْهَا
“Aku tidak mengetahui seorang wanita yang lebih besar keberkahannya bagi kaumnya daripada Juwairiyah.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, hasan)
Ibadah dan Zikir
Juwairiyah dikenal sebagai wanita yang banyak berzikir dan berpuasa. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadanya zikir yang sangat agung:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
“Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebesar keridaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-Nya.” (HR. Muslim no. 2726)
Wafatnya

Juwairiyah radhiyallahu ‘anha wafat pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan, sekitar tahun 56 H, dan dimakamkan di perkuburan Baqi.
FAWAID TARBAWIYYAH:
1. Keutamaan Memanfaatkan Waktu Pagi untuk Berzikir
Juwairiyah radhiyallahu ‘anha sudah berzikir sejak selesai shalat Subuh hingga waktu Dhuha.
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا
“Nabi ﷺ keluar dari rumahnya pada pagi hari setelah shalat Subuh, sementara Juwairiyah masih berada di tempat shalatnya.” (HR. Muslim no. 2726)
Allah Ta’ala berfirman:
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Insan: 25)
Rasulullah ﷺ bersabda:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi – dinilai hasan)
Berkata Ibnul Qayyim:
أَذْكَارُ الصَّبَاحِ وَالْمَسَاءِ بِمَنْزِلَةِ السِّلَاحِ
“Zikir pagi dan petang itu kedudukannya seperti senjata.” (Al-Wabil Ash-Shayyib)
Pelajaran
- Waktu pagi adalah waktu yang penuh keberkahan.
- Zikir pagi menjaga hati dan iman.
- Orang saleh memulai harinya dengan mengingat Allah.
2. Sedikit Amal Bisa Lebih Besar daripada Amal yang Banyak
Rasulullah ﷺ mengajarkan zikir yang sangat singkat, tetapi nilainya lebih berat daripada zikir Juwairiyah sejak Subuh.
لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ
“Aku telah mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali. Seandainya ditimbang dengan seluruh zikirmu sejak pagi tadi, niscaya ia akan lebih berat.” (HR. Muslim no. 2726)
Allah berfirman:
لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Agar Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)
Berkata Al-Fudhail bin Iyadh:
أَحْسَنُ عَمَلًا أَخْلَصُهُ وَأَصْوَبُهُ
“Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar (sesuai sunnah).”
Pelajaran
- Kualitas amal lebih penting daripada banyaknya amal.
- Amal yang sesuai sunnah memiliki keutamaan besar.
- Jangan meremehkan amalan yang ringan tetapi shahih.
3. Keutamaan Zikir yang Diajarkan Rasulullah ﷺ
Zikir yang diajarkan Nabi ﷺ adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
عَدَدَ خَلْقِهِ
وَرِضَا نَفْسِهِ
وَزِنَةَ عَرْشِهِ
وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Artinya
“Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya,
sebanyak jumlah makhluk-Nya,
sebesar keridaan-Nya,
seberat timbangan Arasy-Nya,
dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya.”
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Pelajaran
- Zikir terbaik adalah yang berasal dari Rasulullah ﷺ.
- Zikir ma’tsur lebih utama daripada zikir yang dibuat-buat.
- Pemuda dan muslimah hendaknya menghafal zikir-zikir Nabi ﷺ.
4. Semangat Beribadah Harus Diiringi dengan Ilmu

Juwairiyah sudah melakukan amalan yang sangat baik, tetapi Rasulullah ﷺ tetap mengajarkan yang lebih utama.
Allah berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Berkata Imam al-Bukhari:
الْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ
“Ilmu harus didahulukan sebelum perkataan dan amalan.”
Pelajaran
- Semangat saja tidak cukup.
- Ibadah harus berdasarkan ilmu.
- Belajar agama adalah jalan memperbaiki amal.
5. Wanita Salehah adalah Wanita yang Dekat dengan Allah
Juwairiyah tidak dikenal karena kekayaan atau kecantikannya, tetapi karena ibadah dan zikirnya.
Allah berfirman:
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ … وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah, Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)
Pelajaran
- Kemuliaan wanita ada pada ketakwaannya.
- Rumah yang dipenuhi zikir akan dipenuhi keberkahan.
- Orang yang banyak mengingat Allah akan dicintai Allah.
6. Membiasakan Anak dan Keluarga dengan Ibadah Sejak Pagi
Juwairiyah mengisi waktu pagi dengan zikir dan ibadah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
“Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Ghafir: 55)
Faidah Tarbawiyyah
- Rumah yang dibiasakan dengan zikir pagi akan dipenuhi ketenangan.
- Anak yang terbiasa melihat orang tuanya beribadah akan lebih mudah mencintai ibadah.
- Pendidikan yang paling kuat adalah keteladanan.
7. Orang Tua Harus Mengajarkan Amalan yang Paling Utama
Rasulullah ﷺ tidak membiarkan Juwairiyah beribadah tanpa bimbingan, tetapi mengajarkan amalan yang lebih utama dan lebih mudah.
Faidah Tarbawiyyah
- Orang tua hendaknya mengajarkan amalan yang shahih.
- Pendidikan agama harus bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
- Anak tidak hanya diajari banyak amal, tetapi juga amal yang benar.
8. Tarbiyah Keluarga: Rumah yang Dipenuhi Zikir adalah Rumah yang Hidup
Juwairiyah adalah istri Rasulullah ﷺ, dan rumah beliau adalah rumah yang dipenuhi ibadah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah dan rumah yang tidak disebut nama Allah adalah seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari no. 6407 dan Muslim no. 779)
Faidah Tarbiyah Keluarga
- Rumah yang hidup bukan rumah yang mewah, tetapi rumah yang dipenuhi zikir.
- Orang tua hendaknya membiasakan zikir bersama keluarga.
- Anak-anak akan merasa dekat dengan Allah jika tumbuh di lingkungan yang mengingat Allah.
9. Tarbiyah Keluarga: Ajarkan Anak bahwa Ibadah Tidak Selalu Harus Sulit

Hadits Juwairiyah menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan amalan yang singkat namun besar pahalanya.
Hadits
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
“Sesungguhnya agama ini mudah.” (HR. Bukhari no. 39)
Faidah Tarbiyah
- Jangan membuat anak membenci ibadah karena terlalu berat.
- Ajarkan amalan yang mudah tetapi istiqamah.
- Sedikit amal yang terus-menerus lebih dicintai Allah.
10. Tarbiyah Keluarga: Pendidikan dengan Kasih Sayang dan Dialog
Perhatikan bagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkan Juwairiyah.
Beliau tidak menyalahkan atau mencela, tetapi bertanya terlebih dahulu:
مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا؟
“Apakah engkau masih dalam keadaan seperti ketika aku meninggalkanmu?” (HR. Muslim no. 2726)
Barulah setelah itu beliau mengajarkan amalan yang lebih utama.
Faidah Tarbawiyyah
- Pendidikan yang baik dimulai dengan dialog.
- Jangan terburu-buru menyalahkan anggota keluarga.
- Nasihat yang lembut lebih mudah diterima.
11. Tarbiyah Keluarga: Jadikan Zikir sebagai Budaya Keluarga
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Praktik dalam Keluarga
Biasakan anggota keluarga:
- Membaca zikir pagi dan petang.
- Mengucapkan tasbih dan tahmid setelah shalat.
- Membaca doa sebelum tidur.
- Membaca Al-Qur’an bersama.
- Menghafal zikir-zikir pendek dari Rasulullah ﷺ.
Jika sebuah keluarga hidup bersama Al-Qur’an dan zikir, maka rumah itu akan menjadi taman iman, tempat tumbuhnya generasi saleh dan salehah yang dicintai Allah Ta’ala.
Ditulis oleh Ustaz: Syahrul Bardin, S.H, Lc (Kandidat Magister Universitas Islam Madinah)







