Makassar, wahdahsultra.or.id – Satunya biasa berurusan dengan dunia, satunya biasa berurusan dengan akhirat. Namun, kedua urusan tersebut berhasil disatukan dalam momen Temu Tokoh dan Pengusaha yang baru pertama digelar tahun 2026 ini.
Temu Tokoh dan Pengusaha dengan menonjolkan Sinergitas dan Kolaborasi Pengusaha dan Dakwah ini menghadirkan cukup banyak tokoh penting.

Dari Wahdah Islamiyah (WI), hadir Pemimpin Umum secara langsung, Ustaz Dr. K.H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc, MA. Sementara dari kalangan pemerintahan, yaitu: H. Tamsil Linrung, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Acara tersebut berlangsung hari ini, Sabtu (18/7/2026), dimulai dari sekitar pukul 16.00 WITA. Bertempat di Pusat Dakwah Muslimah, Makassar.

Sebagai moderator, yaitu: Ustaz K.H. Muh. Ikhwan Abdul Jalil, Lc. M.H.I, M.Pd, Ketua Dewan Syuro WI. Bagi hadirin bisa mengikuti secara langsung di tempat atau secara daring melalui media Zoom Meeting.
Menekankan Pentingnya Lembaga

Ustaz Zaitun diberikan kesempatan pertama untuk mengutarakan pemaparannya. Sebelumnya, beliau memuji Ustaz Ikhwan yang bisa menghibur dan kagum dengan puisi-puisinya.
Sebelum lebih jauh dengan penyampaiannya terkait tema acara, Ustaz Zaitun menyampaikan duka yang mendalam kepada H. Tamsil Linrung yang baru saja kehilangan putri tercintanya.
Beliau mengambil contoh dari Tamsil Linrung sendiri yang begitu perhatian dengan anaknya. Termasuk ada quality time di tengah kepadatannya sebagai wakil rakyat.
Saking cinta Tamsil Linrung kepada anaknya, beliau membangun masjid dengan nama anaknya. Lanjut membahas tema acara, Ustaz Zaitun menekankan tentang memperjuangkan Islam.
“Ini merupakan kewajiban dan hak kita sebagai seorang muslim,” ujarnya.
Namanya perjuangan, kata Ustaz Zaitun, perlu yang namanya sarana.
“Bentuknya bermacam-macam. Salah satunya lembaga perjuangan yang kuat. Sejak zaman Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam namanya adalah jamaah kaum muslimin,” lanjut Ustaz Zaitun.
Beliau menjelaskan tentang lembaga dakwah ini,
“Lembaga ini bisa menampung segala potensi dakwah. Kalau ada lembaga dakwah, segala hal bisa dilakukan.”
Tentang Wahdah Islamiyah

Kegiatan Temu Tokoh dan Pengusaha ini, kata Ustaz Zaitun, adalah bagian dari Muktamar V WI,
“Ini perlu disyukuri, Wahdah Islamiyah sebagai ormas Islam nasional. Tersebar di 265 kabupaten/kota dan 37 provinsi. Meskipun di kabupaten/kota ada yang masih kecil atau sedikit jumlahnya, tetapi membawa cita-cita tinggi,” jelas Ustaz Zaitun.
Sebagai ormas, WI juga banyak disoroti. Namun, menurut Ustaz Zaitun, Menteri Agama RI ikut menjernihkan dan meluruskan. Menteri Agama RI kagum dengan gerakan Al-Qur’an WI.
Lebih lanjut tentang kiprah WI, Ustaz Zaitun menjabarkan,
“Kontribusi Wahdah Islamiyah adalah dalam aspek kultural dan struktural. WI menekankan pada kemaslahatan, tegaknya nilai Islam, dekat penuh kasih sayang. Istilah anak mudanya berjuang with love. Menaklukkan hati orang dengan cinta.”
Ustaz Zaitun menjamin, apabila ada orang yang terlihat ekstrim atau ada yang terlihat lebih Wahdah daripada Wahdah, maka dipastikan orang itu bukan dari Wahdah.
Dalam Muktamar V di tahun 2026 ini, mengambil tagline “Salam Sehat Indonesia”,
“Ada tiga sehat dalam Salam Sehat Indonesia ini. Pertama, sehat hati. Kedua, sehat jasmani. Ketiga, sehat ekonomi.”
Beliau menjelaskan masing-masing definisi sehat tersebut dan menambahkan satu sehat lagi, yaitu: sehat keluarga. Kesehatan ini memang perlu diperhatikan karena Ustaz Zaitun mengangkat fenomena penyakit mental yang banyak hinggap.
“Kalau di Jepang itu ada yang namanya fenomena bunuh diri, sekarang pun mulai dimasuki fenomena tersebut, mencari jalan untuk bunuh diri,” ungkap Ustaz Zaitun.
Menyatukan Tiga Dunia

Tampil setelah Ustaz Zaitun, yaitu: Tamsil Linrung. Beliau mengucapkan terima kasih atas ucapan belasungkawa dari Ustaz Zaitun. Tamsil Linrung juga menceritakan menerima ucapan belasungkawa dari istri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.
Tamsil mengungkapkan bahwa sekarang ini program pemerintah, yang dimaksud adalah program Presiden, sudah sejalan dengan dakwah. Lebih luas, Tamsil berujar,
“Bapak Presiden juga terus mendukung Palestina. Cerita dulu waktu masih jadi Kopassus, sering bolak-balik bawa bantuan ke Palestina. Waktu dipecat dari tentara, tinggal di Yordania, juga melatih tentara Palestina.”
Presiden, menurut Tamsil, ingin membentuk single majority. Ini berarti ada koalisi yang lebih kuat dalam pemerintahan. Tamsil mengharapkan yang lebih besar lagi,
“Harapannya, dunia dakwah dan dunia usaha ini didukung oleh dunia politik.”
Mengenai program pemerintah yang ada masalah, misalnya MBG, Tamsil memberikan saran untuk diperbaiki, termasuk untuk program-program pemerintah yang lain,
“Jangan sampai berteriak terus mengkritisi, tetapi tidak memberi solusi,” tambahnya.
Pada bagian akhir, beliau berkata, “Kebijakan strategis dari Presiden ini hendaknya direspon cepat.”
Sebelum acara benar-benar berakhir dan waktu yang semakin mepet dengan azan Maghrib, Ustaz Zaitun menambahkan,
“Kita mengharapkan ada transformasi baru Wahdah Islamiyah. Dalam Muktamar ini, mengharapkan seluruh kader, simpatisan, dan keluarga besar Wahdah Islamiyah untuk mendukung. Semoga Muktamar ini bisa dibuka secara resmi oleh Presiden. Selama ini yang membuka adalah Wakil Presiden.”
Dalam acara ini juga dilakukan penggalangan dana untuk Muktamar V WI yang Insya Allah berlangsung dari tanggal 21-25 Agustus 2026 di Jakarta.
“









