Kolaborasi dalam Dakwah & Tarbiyah

ARTIKEL – Insya Allah besok hari Rabu, 9 Zulhijah 1444 H di negeri kita bertepatan dengan tanggal 28 Juni 2023 M. Berikut ini beberapa amal saleh yang sebaiknya dilakukan pada hari mulia tersebut:

Pertama: Puasa

Dari Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu anhu berkata ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang keutamaan puasa Arafah (9 Zulhijjah), maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:

«يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ»

Artinya: “Menghapuskan dosa tahun lalu dan yang setelahnya.” (H.R. Muslim, no. 1162)

Puasa sunah ini khusus berlaku bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji

Kedua: Memulai takbir muqayyad (setiap selesai salat-salat wajib)

Takbir muqayyad dimulai sejak selesai salat Subuh di tanggal 9 Zulhijah hingga bakda Asar tanggal 13 Zulhijah (hari terakhir dari hari-hari Tasyriq)
▪️ Sahabat yang mulia Ali radhiyallahu anhu mulai bertakbir sejak (selesai) salat Subuh pada hari Arafah (9 Zulhijah) hingga waktu Asar pada akhir hari Tasyrik, beliau bertakbir setelah salat Asar dan setelah itu beliau menghentikan.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (1/488) dan Ibnu al-Mundzir dalam Al-Ausath (4/300)]
▪️ Atsar dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu juga menyebutkan bahwa bahwa beliau bertakbir sejak selesai salat Subuh pada hari Arafah hingga usai salat Asar dari hari-hari berkurban. [(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari al-Aswad (no. 5633)]
▪️ Imam Ahmad rahimahullah ditanya, “Hadis apa yang engkau jadikan dalil disyariatkannya takbiran (setiap selesai salat) sejak selesai salat Subuh di hari Arafah hingga hari terakhir di hari-hari Tasyrik?”. Beliau menjawab, “Ijmak yang disepakati oleh para sahabat: Umar, Ali, Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhum.” [Lihat: Al-Mughni (2/292)]

Ketiga: Memperbanyak Doa

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhuma, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

«خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ»

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah (9 Zulhijah). Sebaik-baik yang aku ucapkan dan para Nabi sebelumku: Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa alaa kulli syai’in qadiir.” (HR. Tirmizi, no. 3585 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani).

Keutamaan berdoa ini tentu saja berlaku bagi mereka yang wukuf di Arafah dan sebagian ulama Salaf di antaranya Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma, Amru bin Huraits radhiyallahu anhu, Hasan al-Bashri, Muhammad bin Waasi’ dan Yahya bin Ma’in rahimahumullah memandang berlaku secara umum bagi siapa saja yang berdoa di hari Arafah/9 Zulhijjah, wallahu a’lam (Lihat: Al-Mughni 2/129).

Oleh : Ust. Dr. Muhammad Yusran Anshar Lc., M.A hafizhahullah

Media Partners Dakwah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here