Ustaz Zaitun Rasmin Beri Tips Maksimalkan Media Informasi dan Komunikasi Sebagai Alat Perjuangan

0
99

MAKASSAR – Media Informasi dan Komunikasi adalah salah satu alat utama perjuangan. Kalimat yang singkat, padat berbobot dan mengandung ruh perjuangan tersebut dituturkan langsung oleh Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin saat memberi tausiyah dan arahan kepada ratusan peserta kegiatan Temu Insan Media Wahdah Islamiyah, Jumat (23/09/2022), yang diselenggarakan secara hybrid di Aula Kantor DPP Wahdah Islamiyah dan melalui zoom meeting.

Ket: Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin

Menurutnya, media informasi dan komunikasi harus dimanfaatkan sebagai alat utama memperjuangkan kebaikan dan melawan kebatilan.

“Orang-orang jahat itu memunculkan kebatilan di media untuk memadamkan cahaya Allah, maka mari kita berjuang untuk memanfaatkan media, kita isi dengan kebaikan dan kebenaran (untuk menyebarluaskan cahaya Allah,” tegasnya.

Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia tersebut menyampaikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan media sebagai alat perjuangan.

Hal pertama yang disebutkan adalah adanya person yang ahli dan mumpuni sebagai pengelola media tersebut.

“Ahli dalam artian punya ilmu dan pengalaman serta kreatif. Tahu cara membuat dan juga tahu cara menyebarkan dengan efektif dan efisien,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini hal itu yang masih kurang di kalangan aktivitas dakwah. Namun baginya, hal itu tidak menjadi persoalan besar jika para aktivis tidak berhenti berusaha dan terus belajar.

“Kita mulai dari membentuk insan media yang memiliki aqidak yang baik, iman yang kuat, akhlak mulia, pengetahuan Islam yang memadai, dan tentu fokus menguasai bagian tertentu,” tuturnya.

“Saya berharap para awak medikom kita harus lebih mendekati keahlian daripada keumuman. Banyak hal yang diketahui namun tidak ada yang menjadi keahliannya. Kalau ternyata bisa lebih dari 1 keahliannya, itu nikmat yang besar,” tambahnya.

Hal kedua yang Ustad Zaitun sampaikan untuk memaksimalkan media adalah menyiapkan konten yang menarik dan berisi.

“Kalau soal menarik dan lucu sudah banyak. Tapi yang berisi kebenaran, kebaikan, berisi pesan transformasi untuk bangsa, itu yang kita butuhkan,” terangnya.

Ia menginginkan awak media lebih kreatif melihat potensi dari asaatidzah dan ikhwah yang dapat diolah menjadi konten yang menarik dan berisi.

“Isinya tidak mesti pesan yang berat langsung, boleh secara bertahap dan terbimbing secara perlahan kepada kebenaran dan kebaikan,” jelasnya.

Tips ketiga yang Ustaz Zaitun sampaikan untuk memaksimalkan pemanfaatan media adalah dengan melakukan bimbingan teknis. Ia berharap awak medikom dapat membimbing secara teknis penggunaan instrumen yang dapat membantu menambah daya tarik sebuah konten.

Di akhir sesi arahannya, Ustaz Zaitun memberi tips terakhir yang sangat penting dan menjadi poin utama dari pelaksanaan tips-tips sebelumnya yakni membangun sinergitas.

“Tugas ini bukan tugas mudah, maka tidak bisa kita kerjakan sendiri. Apalagi kita punya keterbatasan. Sedangkan sekalipun dia mudah, kita tetap tidak bisa sendiri, terlebih lagi jika sulit,” ujarnya.

Ia berharap seluruh awak medikom senantiasa mengupayakan kerja bersama karena hal itu pun merupakan tuntutan syariat, yakni perintah untuk beramal jama’i.

“Banyak inspirasi yang muncul ketika kita bekerja sama dan bersinergi. Itu karena ada kekuatan komunikasi dan tukar pikiran, dan yang terpenting ada berkah persatuan dan musyawarah. Teruslah bersinergi,” pungkasnya. [MAIM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here